Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis

/ Mungkin Karya Tulis Ilmiah?

Bagi kalian yang tahu atau sedang menjalani wejangan pasti pernah membuat yang sebutkan diatas kan? / mungkin saat ini padahal membuatnya. Hahaaha

Sebelumnya penulis udah memaparkan beberapa poin yang mungkin bisa sekutil membantu teman-teman dalam memproduksi karya tulis. Sedari Pemanfaatan Heading hingga pembuatan Tabel Isi Otomatis

Nah kali ini penulis akan mencoba berbagi informasi mengenai langkah-langkah simple pembuatan daftar pati otomatis.

https://carabermanfaat.com/cara-menulis-daftar-pustaka/ sih kelebihannya pembuatan daftar isi otomatis ini?

Bagi teman-teman yang punya pertanyaan seperti itu mungkin ini akan pereka berikan sedikit jawaban corak penulis sendiri.

1. Daripada judulnya saja kita bisa mengambil salah satu superioritas yaitu daftar pustaka yang kita buat nantinya otomatis terbuat.

2. Menghindari kelupaan format penulisan daftar acuan sesuai dengan sumber ceramah yang kita ambil karena penulisan daftar pustaka umumnya berbeda formatnya jika sumber bahan bacaan yang dimanfaatkan berbeda (misalnya buku serta jurnal).

3. Bahan bacaan yang kita jadikan acuan bisa langsung disimpan sumbernya saat mengutip sehingga memencilkan kelupaan penulisan.

4. Bukan perlu mencatat sumber yang kita ambil pada kertas buram (Mungkin ini kemahiran penulis dulunya. Hehehehe)

Tepat saja kita ke intinya.

Untuk membuat daftar pustaka otomatis maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Saat kalian sedang mengetik atau mengambil sebuah referensi, maka halyang harus kita lakukan saat itu juga adalah menyimpan data referensi yang member ambil, Misalnya penulis memungut referensi dari buku (Berkhayal punya buku sendiri T. T)

Hidup itu bukanlah saat kamu bisa membonceng orang lain, bukan pula saat kamu dimanfaatkan orang lain. Namun Hidup sesungguhnya adalah saat kamu bisa bermanfaat untuk orang lain (Santoso, 2016). "

Ibarat saja kutipan diatas diambil dari sebuah buku, maka saat kita mengetik usahakan langsung menyimpan sumber benda bacaanya.

Caranya:

- Setelah itu akan muncul ulas dialog. Lalu Klik New.


- Akan muncul tempat dialog berikutnya.

- Di bagian Type of Source” sesuaikan dengan sumber bahan bacaan yang teman-teman petik. Lalu isi kolom-kolom yang ada sesuai yang dibutuhkan. Untuk penulisan Author / nama penulis yang dikutip jika merasa bingung bisa teman-teman klik Edit” yang terdapat pada bagian daksina kolom Author”.

Setelah nama ditulis maka klik Add” kemudian Klik OK”

- Selanjutnya teman-teman akan kembali pada kolom Create Source” seperti sebelumnya. Isi petunjuk selengkapnya. Jika sekiranya diinginkan penulisan secara terperinci maka centang bagian Show All Bibliography Fields”. Maka landasan isian akan semakin nyata.

- Berikut contoh yang penulis buat.

- Setelah itu klik OK. Oleh sebab itu akan jadi seperti tempat dibawah. Kemudian klik Close”.

- Lakukan hal sebagaimana diatas untuk semua sumber yang kita kutip. Untuk penyimpanan sumber bacaan sudah biasa selesai. Langkah selanjutnya adalah pembuatan daftar pustakanya.

2. Tahap ini merupakan tahap terakhir yang cukup mudah. Kita masih menggunakan menu References”.

- Siapkan halaman yang akan digunakan untuk meletakkan daftar pustakanya.

- Klik References” dan pilih Bibliography” dan pilih Insert Bibiliography”

- Daftar sastra sudah tersusun.

Lalu gimana jika ada kesalahan pada saat menginput data sumber bahan bacaan?

Jika sesuatu seperti itu terjadi, oleh sebab itu teman-teman dapat melakukan editing atau menghapus sumber yang sudah dibuat tadi. Beserta cara Klik References” & Pilih Manage Sources”

Seleksi sumber yang akan member edit atau kita hapus di bagian Master List” lantas Klik Delete” atau Edit” sesuai kebutuhan teman-teman.

Mungkin itu yang bisa pereka suguhkan hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

31.8.17 03:30, kommentieren

Werbung


Gimana Cara Untuk Menulis Satu Daftar Pustaka Yang Indah Dan Benar?



Daftar / list dari kumpulan acuan yang biasanya terletak di halaman terakhir dari lektur bacaan memiliki pengertian serupa daftar list rujukan mau pun acuan yang dijadikan pengembangan materi dari buku tersebut. Pustaka sendiri berarti perundingan buku maupun sumber peringatan lain dimana biasanya jumlahnya lebih dari satu dan disusun sebagai sebuah list daftar.

Penggunaan pustaka itu nantinya akan sering kalian gunakan jika menulis / membuat suatu karya ilmiah, baik itu skripsi, tesis, laporan bahkan dalam wujud karya tulis ilmiah. Baik itu di sekolah ataupun di jenjang mahasiswa nanti. Pada kesempatan kali tersebut, plengdut akan sedikit membaca bagaimana cara nya untuk membuat maupun menulis satu daftar berbentuk list acuan yang menjadi acuan daripada penulisan buku dan lain sebagainya yang berbentuk ilmiah.

Sebelum mulai menjelaskan jalan maupun susunan daftar dari pustaka ini, amati terlebih dahulu bagaimana cara penulisan pustaka dibawah ini:

Burnie, David. 2001. Jendela Iptek: Roh. Jakarta: Balai Pustaka.

Lalu ini susunan penulisan daftar atau list pustaka pikir aturan Bahasa Indonesia yang baik dan benar:

Penulisan daftar diawali dengan sebutan pengarang dimana nama perancang tersebut harus dibalik. Lihat contoh diatas, nama pengarang adalah David Burnie, ditulis Burnie, David.

Setelah itu diikuti tahun terbit lektur yang menjadi acuan referensi tersebut, pada contoh lebih dari yaitu 2001.

Berikutnya menulis judul buku. Perlu diingat dalam pelajaran Bahasa Indonesia, penulisan judul buku harus menggunakan huruf miring (italic) atau bisa juga memakai tanda kutip dua (). Pada contoh diatas, perkara bukunya adalah: Jendela Iptek: Kehidupan.


Setelah judul lektur, kemudian diikuti dengan metropolis buku tersebut di terbitkan. Pada contoh diatas yakni Jakarta dan diikuti dengan penggunaan titik dua (: ).

Yang terakhir yakni penerbitnya, pada contoh penerbit diatas yaitu balai sastra.

Agar mudah untuk mengingatnya, bisa kalian ingat-ingat potongan penulisan daftar dari sastra berikut ini:

Nama pengarang (dibalik). Tahun terbit. Judul Buku (huruf miring/tanda kutip dua). Kota Terbit: Penerbit.

cara menulis daftar pustaka jika nama pengarangnya lebih dari tiga puak kata, dan bagaimana kalian menuliskan daftar nya? Untuk pengarang dengan nama kian dari 3 suku tanda, maka pada daftar puak kata terakhir di letakkan di depan, sedangkan suku kata pertama dan kedua diletakkan di belakang (biasanya disingkat, namun ada pula yang ditulis jelas.

Suri:

Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1990. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.

Nama pengarang (disingkat): Jhon W. Kimball, maka bisa ditulis daftar nya jadi:

Kimball, Jhon W. 1983. Biologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Lalu, bagaimana pula jika sumber rujukan atau acuan berasal dari dunia maya dan bukan dari organ? Bagaimana cara penulisannya? Perlu diketahui, untuk sumber pustaka acuan dari internet yang menyimpangkan banyak digunakan adalah dengan format sebagai berikut:

Nama Penulis (Bisa diganti sebutan situs jika tidak tercantum nama pengarang di halaman web). Tahun. Judul Poin. Situs: URL situs

Serupa contoh:

Plengdut. 2015. Silsilah K3 di Indonesia.: -

Ada juga cara yang menuliskan hanya daftar berupa situs rujukan tanpa url artikel jelas, misalnya disini pada buku Ekonomi BSE milik kemdiknas untuk SMA dan MA kelas X jilid 1 tahun 2009 yang menggunakan daftar berbentuk pustaka internet tanpa url, tanpa judul, hanya web sumber seperti berikut:

Susunan atau list dari acuan internet pada buku Perekonomian Kelas X Milik Kemdiknas

Penulisan cara tersebut tetap tidak menyalahi aturan sebab hingga saat ini belum ada peraturan bahasa Nusantara yang baku mengenai tabel dari internet ini. Tetapi jika kalian perhatikan foto tersebut, tentunya kalian tidak akan tahu bagaimana dan bagian mana yang diambil / artikel mana yang diambil dari situs yang tertera diatas. Apakah benar-benar ada referensinya, atau hanya dibuat-buat untuk memenuhi quota referensi daftar atau list pustaka tersebut?

31.8.17 03:26, kommentieren